Setelah 3.000 mil

Apa yang akan akan kita lihat setelah perjalanan panjang yang kita lakukan? Setelah gelapnya malam, bekunya dingin puncak pegunungan, panas teriknya siang, selaksa cerita yang tertemui di perjalanan. Apakah kita semakin menemukan diri kita atau malah merasa asing dengan titik awal kita melangkah. Pertanyaan yang sama yang dahulu selalu menggema tiap memulai sebuah perjalanan… karena itu kita selalu butuh sebuah tempat yang kita sebut sebagai titik awal, sebagai bentuk refleksi sudah sejauh mana kita melangkah.

Dan video perjalanan dalam tampilan  timelapse milik Christoph Rehage ini bagus sekali!

The Longest Way 1.0 – walk through China and grow a beard! – TIMELAPSE from Christoph Rehage on Vimeo.

About these ads

One thought on “Setelah 3.000 mil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s