Lapindo

Beneran nggak mau latah ikut-ikut nulis tentang Lapindo, hanya ingin ngungkapin yang aku liat sendiri di sana.

Awal Juli 2007, satu kesempatan membawa untuk melintas Porong. Bus malam Safari Dharma Raya yang sudah begitu lewat dari waktu yang semestinya, mulai merangkak keluar dari Tol Porong. Mestinya jalan tol itu bisa tembus hingga Gempol, namun akibat luapan lumpur Lapindo, jembatan layang jalan tol itu “perlu” dipangkas, selain karena jembatan itu terus bergerak akibat tanah yang menjadi labil, juga karena tak jauh dari jembatan tersebut, jalan tol bagai jalan bawah laut, tenggelam masuk ke dalam kubangan lumpur raksasa.

Bis merambat pelan, terlebih tepat pada hari itu, pipa PAM Porong turut jebol hingga air tumpah ruah ke jalanan, semakin memacetkan. Samping jalan yang tergenang, gudukan tanah tak terlalu tinggi memanjang sepanjang jalan, setelah itu rel kereta api yang sedikit tergenang, kereta sempat terlihat merambat, teramat pelan. Dan nun jauh di sana, gundukan tanah begitu tinggi bagai dinding menjulang, menahan luapan lumpur yang hingga hari ini belum juga terkendali. Asap mengepul dikejauhan, mungkin itu adalah titik penanda sumber luapan lumpur berasal.

Sepanjang jalan, keadaan tragis memilukan begitu kental terlihat. Bagai kota mati yang tak lagi memiliki denyut nadi. Pohon dan tumbuhan terbiarkan meranggas karena tak mampu lagi untuk hidup. Rumah-rumah ditinggalkan kosong dan rusak tak berpenghuni. Di sana-sini terlihat corat-coret berisi sumpah serapah penuh luapan amarah.

Harian Kompas, Selasa, 13 Juni 2006, pernah menulis…

Lumpur Panas Tidak Terkendali

Dari informasi tertulis berupa surat dari salah satu rekanan proyek kepada pihak Lapindo yang diperoleh Kompas, PT Lapindo disebutkan diduga melakukan kelalaian dengan mengabaikan salah satu prosedur dalam program acuan pengeboran sumur Banjar Panji-1 tersebut.

Dalam proyek itu, Lapindo sebagai operator proyek tidak memasang pipa selubung (casing) berdiameter 9 5/8 inci pada kedalaman sumur bor 8.500 kaki (2.590 meter). Pemasangan casing itu merupakan salah satu rambu keselamatan dalam program pengeboran untuk mengantisipasi berbagai potensi masalah.

– – –

Ah tak perlu lagi mencari siapa yang bersalah, niat baik jauh lebih dibutuhkan, nasib para penduduk di sana jauh lebih penting dari segalanya!!

/DW

One thought on “Lapindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s