Roller Coaster

Kita hampir pasti tau apa itu roller coaster, malah mungkin pernah mencobanya. Kalau aku, jujur, belum pernah mencobanya, karena ke Dunia Fantasi yang di Ancol itu aku baru satu kali, dibelikan karcis terusan tapi tak satupun wahana permainan yang aku coba, malah cuma kepakai buat ke kamar kecil saja. Yap, sampai hari ini, walau tinggal di Jakarta aku belum pernah mencoba satu wahana pun di Dufan. Dan bila melihat acara tv yang membahas “roller coaster” sangatlah mengasyikkan, melihat betapa teknologi telah menjembatani keinginan adrenalin yang memuncak, menjembatani keinginan atas hidup tanpa gravitasi dalam kecepatan tinggi.
Analogi roller coaster mungkin yang paling tepat untuk menggambarkan perasaan yang meliputi seluruh gerak kerja yang dilakukan pada pekerjaan yang membutuhkan keputusan cepat sekaligus dikerjakan selekas mungkin, atau mungkin satu keadaan yang membuat dada begitu sesak, karena tak sempat bernafas, habis oleh hantaman demi hantaman keadaan yang bertubi-tubi silih berganti. Bergerak cepat, meluncur ke atas, tiba-tiba beputar menukik turun, menghempas, lalu kembali meluncur naik ke atas, dan semua bergerak dalam kecepatan maha tinggi. Seluruh perasaan dan emosi ruah campur aduk bersatu, meliputi rasa mual, pening, puas, kegembiraan, teriakan suka cita, ketakutan, keriaan, harapan. Semua bergabung, silih berganti, mengisi tiap gulir waktu yang dilewati.

Dan yang lebih menakutkan adalah kondisi lepas rel dan hilang kendali bukan hal yang tak mungkin terjadi. Gerbong roller coaster meluncur bebas dari relnya, lalu menghempas keras. Tak kuat menahan kuasa gravitasi yang sebelumnya sempat dilawannya. Lalu pecah, terberai, hancur dalam serpih-serpih yang menakutkan.

. . .

Bila harus memilih, jangan pernah keadaan merasa perlu untuk memasukkan analogi roller coaster ke dalam kehidupan sehari-hari. Karena pasti membutuhkan stamina tinggi, membutuhkan energi tak kunjung henti, membutuhkan stabilitas redam emosi. Cukuplah roller coaster menjadi satu bentuk hiburan permainan, bukan sebuah campur aduk perasaan!

/(20.48)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s