Jack Johnson

jack-johnson
Menemukan Jack Johnson itu berawal di kamar adik saya, di antara cd yang bertumpuk dan berserakan, terlihat satu cd kuning berlabel Jack Johnson di antaranya, lalu saya mencobanya. Nuansa akustik hadir begitu kental terasa, kadang berganti dengan sound kasar khas Telecaster, teramat mudah untuk saya untuk segera menyukainya. Lalu terbayang jalan-jalan lenggang di sepanjang tepi pulau Lombok, juga jalan-jalan sepi yang melintas di sepanjang Pegunungan Kidul dan Sewu, juga dengan mudah muncul nuansa panas yang tak terlalu terik saat menemani hutan jati yang sedang meranggas di sepanjang Taman Nasional Baluran Jawa Timur. Terbayang angin kering yang menerpa menyejukkan, sambil memacu kendaraan dalam kecepatan yang tak penuh. Lalu kita seperti diajak untuk menjumpai garis-garis pantai, riak gelombang serta debur ombak…

Untuk saya, lebih menarik lagi saat menjumpai sosok Jack Johnson saat melihat album terakhir yang ia rilis, Sleep Through the Static, menjumpai statement yang ia tulis di cover albumnya, “Musik di album ini direkam dengan 100% energi solar”. Johnson dan bandnya, merekam Sleep Through the Static di Solar Powered Plastic Plant, studio baru milik Johnson. Yap, Studio tersebut berada dalam satu lingkungan kerja seluruh aktivitas bisnis Johnson, termasuk kampanye lingkungan hidup yang ia lakukan. Studio tersebut memiliki atap penghasil listrik tenaga solar, dindingnya ditutup dengan jeans bekas, panelnya menggunakan kayu-kayu daur ulang dengan lantai menggunakan bambu-bambu bekas.

Selain menggunakan studio berdaya listrik solar, aktivitas nyata lain yang dilakukan oleh Johnson meliputi kampanye program daur ulang di Hawaii, mendidik lingkungannya bagaimana menerapkan pola hidup ramah lingkungan, serta merilis sebuah catchy green song called “The 3Rs”. Aktivitas lain yang tidak kalah seru meliputi pilihan pola makanan lokal dan organik, menggunakan biodisel sebagai bahan bakar bus yang digunakan dalam tour musiknya, aktivitas menyumbangkan dana bagi kegiatan hijau, termasuk di dalamnya segala aktivitas bermusik seperti memilih green instruments dan green festivals. Segala aktivitas hijaunya tersebut menempatkan Johnson pada peringkat pertama Top 10 Greenest Musicians Billboard Magazine edisi Maret 2008.

Nyatanya untuk menjadi ramah lingkungan tiap aktivitas, tiap kegiatan, tiap profesi, tiap pilihan hidup memiliki jalannya sendiri-sendiri, memiliki kapasitas masing-masing untuk berperan di dalamnya. Pernyataan tersebut akhirnya menjadi satu pertanyaan yang begitu menggoda saya untuk mencari jawabnya, apa peran yang dapat saya lakukan untuk menjadi lebih hijau, lebih ramah terhadap lingkungan…

/00.14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s