Menyiasati vs ‘Ngakali

Untuk urusan memperhalus sebuah kata, bangsa kita adalah jagonya. Tidak punya rumah kita sebut tuna wisma, tidak punya pekerjaan kita sebut tuna karya, pengangguran kita sebut belum mendapat kesempatan, seseorang yang terbukti bersalah dalam sebuah institusi kita sebut oknum…

Begitupun dengan kata ‘ngakali — aroma negatif segera tercium merebak. Padahal ya intinya mencari akal untuk keluar dari satu permasalahan. Biar keren kita lebih sering memilih kata menyiasati, terdengar lebih positif, terasa ada aura kepintaran di situ, teraba rasa penuh strategi. Tapi ya kalo mau jujur ya artinya sama saja, berusaha keluar dari satu permasalahan.

Pada dasarnya saat permasalahan itu muncul yang tersulut pertama adalah segala daya kemampuan yang kita miliki untuk keluar dari permasalahan itu. Benak dan alam pikir berkutat penuh mencari jalan keluar, pendekatan positif dan negatif dicoba untuk diambil, kata siasat atau ‘ngakali tak lagi menjadi penting, yang penting muaranya sama — sama-sama ingin membenahi permasalahan yang muncul. Yang rusak diperbaiki, yang salah dibenarkan, yang sulit dipermudah.

Jadi yang benar menyiasati atau ‘ngakali? Ah sama aja — yang penting tepat aja pada saat mengucapkannya =)

– – –

*yang enak itu kalo lagi “akal-akalan” sambil diiringi soundtrack-nya mac gyver =)

One thought on “Menyiasati vs ‘Ngakali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s