Aliran Air

Satu nasehat paling membekas yang diberikan oleh bapak saya adalah saat beliau menceritakan tentang aliran air di sawah. Diawali dengan cerita, ternyata dulu Mbah Kakung saya itu dipercaya untuk mengatur aliran air di area persawahan. Sering dinihari berjalan sendiri ke area sawah untuk memastikan tiap aliran air mengalir dengan sempurna. Padahal di zaman itu, dinihari berjalan seorang diri bukan tidak mungkin bertemu dengan macan kumbang ataupun harimau loreng. Kembali ke nasehat — nasehat bapak saya itu sendiri sangat sederhana, kurang lebih, “hati-hati dengan aliran air, salah mengatur, salah menutup dan membuka bisa berakhir dengan permusuhan.”

Dulu saya tidak terlalu peduli dengan nasihat itu, mungkin lebih karena tidak memahami, masih terlalu naif dan yakin “mengatur air di persawahan itu bukan hal yang luar biasa, tinggal dibuat saluran lalu akan mengalir dengan sendirinya. Namun nyatanya tidak seperti itu, bukan hanya debit air yang harus diatur, namun ukuran diameter lubang (biasanya dengan bambu) harus turut juga diatur sedemikian rupa agar sawah yang luas tidak kekurangan air, sedang yang kecil tidak berlebihan dalam pemakaian air.

Saya sendiri tidak ingin bercerita tentang irigasi tadi. Yang ingin saya ceritakan adalah betapa membekasnya nasehat tersebut di saya. Aliran air bagai pekerjaan yang dimiliki kita saat ini, untuk itu harap berhati-hati bila kita berkesempatan untuk mengatur pekerjaan seseorang. Ada sekian pertimbangan yang panjang dan luar biasa yang semestinya disampaikan sebelum akhirnya kita memilih untuk menutup atau mengurangi debit air keseharian aliran tadi. Karena apabila kita menutup atau mengurangi debit air tersebut maka akan terdapat efek domino yang saya yakin kita tidak dapat memperhitungkan akibatnya secara matematis. Bagaimana dengan tanamannya, bagaimana dengan panennya, kalau tidak panen berarti mereka nanti akan makan apa, bagaimana dengan biaya hidup seseharinya, bagaimana dengan anaknya, bagaimana dengan sekolah anak-anaknya, bagaimana dengan mimpi-mimpi serta harapan yang sebelumnya telah dititipkan lewat panen yang telah terbayang-bayang…

Menutup satu aliran air mungkin bukan satu pekerjaan yang sulit, terlebih bila kekuasaan sedang tergenggam penuh di tangan kita. Yang lebih penting adalah pertimbangan mendasar untuk memutuskan seberapa pentingnya kita menutup aliran air tersebut, seberapa mendesaknya kita harus mengurangi derasnya debit air yang sedang mengalir. Karena ada sekian akibat dan dampak yang siap bergulir liar tanpa arah dan kita tak akan sanggup untuk meredakannya…

/00.07

Icons by Everaldo Coelho & Gnews

One thought on “Aliran Air

  1. Jadi inget sama kutipan syair Iwan Fals “Persetan orang orang susah … Karena aku … Yang penting asik … Sekali lagi … asik …” heheheee…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s