Delegasi = Mengarahkan + Membekali

delegasi-mengarahkan

Kalau ditanya siapa salah satu orang yang paling berpengaruh dalam membentuk pola kerja saya, maka dengan sigap pasti akan saya jawab Faldiaz Bachtiar. Beliau dulu senior pas kuliah. Masih jelas banget teringat waktu dikasih satu proyek untuk membuat iklan untuk acara anak-anak yang bakal diselenggarakan di Fashion Cafe. Iklan kolom di koran, kecil banget dan hitam putih. Dia sendiri menyerahkan kerjaan itu ke saya karena overload dengan kerjaannya.

Lalu mulailah mengerjakan pekerjaan itu. Karena komputer di rumah belum OK, akhirnya mengerjakannya di rumah si senior itu. Dan sepenuhnya dibimbing dalam pengerjaannya. Menggunakan Photoshop yang masih acak-kadul diajarkan dengan sitem folder yang teratur, pemanfaatan layer yang maksimal, konsep CMYK-RGB, filter. Kalau masih pada ingat dengan filter Eye Candy, nah itu juga termasuk yang diajarkan. Intinya, saat memberikan pekerjaan sederhana tersebut, nggak dilepas begitu saja, namun full diarahkan dan diberi bekal agar kerjaannya menjadi maksimal. Work Hard –nya saya sepertinya juga banyak tertular dari si senior ini, yang sulit tertular dari beliau itu Party Hard-nya.

Contoh lain yang paling membekas itu ya yang dilakukan oleh bapak saya. Berharap agar anak-anaknya menjadi pintar, senang membaca dan menyimak kegiatan ataupun tontonan yang bermanfaat maka beliau dulu setiap acara Cerdas Cermat dan Cerdas Tangkas akan bersiap dengan buku agenda yang tebal, lalu dicatatlah satu persatu pertanyaan serta jawaban yang terlontar di acara tersebut. Setelah itu kita disuruh membaca catatan tersebut. Nah kebiasaan mencatat, membuat kliping serta membaca tersebut, terus terbawa hingga hari ini.

Mendelegasikan pekerjaan itu bukan sekedar melemparkan tanggung jawab begitu saja. Bukan sekedar melepas pekerjaan lalu berharap akan beres dengan sendirinya. Tinggal mengontrol, “eh udah sampai mana? Kok belum sih?” Delegasi adalah masalah menyiapkan orang yang kita delegasikan. Kita delegasikan bukan karena kita nggak tau apa yang mesti kita kerjakan, kita delegasikan karena justru kita tau banget apa yang mesti kita kerjakan hingga tau juga bagaimana caranya menyelesaikannya, mengajarkannya, merencanakannya.

Delegasi adalah cara dimana kita harus menyiapkan peta sebagai arah menuju dan menyiapkan segala bekal agar target yang diharapkan tercapai. Bila dua hal sederhana tersebut tidak kita sediakan, jangan sebut sebagai sebuah delegasi. Kayanya lebih tepat kita sebut sebagai buang body =)

/00.57

Icons by Iconshock, Alessandro Rei, Taytel

8 thoughts on “Delegasi = Mengarahkan + Membekali

  1. Sepakat!!! Bener itu, yang namanya delegasi harus seperti itu. Jangan cuma nyuruh, tapi dibimbing dan benar-benar diarahkan! :D Salam kenal!

  2. Faldiaz Utama Bachtiar, bukan hanya mengajarkan arti ‘delegasi’.. tapi dia juga mengajarkan kejujuran dan kepedulian. Lagi jalan berdua di Legian Bali, pernah nemu uang dijalan.. meski saat itu kita berdua lagi bokek, dia tetap mengingatkan saya untuk tidak mengambil uang itu. “Biar nanti kalau yg punya mencarinya, uangnya masih ditempat dimana ia menjatuhkannya.” Hmmm.. pelajaran yang tidak pernah saya lupakan. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s