Berhenti Sejenak

Perhatikan sejenak pemutar musik yang kita miliki, entah itu untuk kaset, cd ataupun mp3. Perhatikan piktogram yang ada, stop – play – pause. Pernah bertanya mengapa dibutuhkan tombol pause padahal sudah ada tombol stop di sana. Yah kadang kita membutuhkan untuk berhenti sejenak, bukan berhenti yang sesungguhnya hingga mematikan segalanya. Dalam hingar bingar, hiruk pikuk suara, tiba-tiba kita tekan tombol pause, suara-suara itu berhenti sejenak, menghilang, lalu terdengarlah suara-suara lain yang sebelumnya terabaikan, lalu kita tekan lagi tombol play, dengan mudah suara-suara awal kembali normal terdengar.

Berhenti sejenak, mencoba berjarak dengan rutinitas serta keadaan yang terus menerpa di tiap hari kita lewati. Lalu coba menanyakan apa saja yang telah dilewati, apa saja yang telah diraih. Apa manfaat yang tercipta, kendala yang menghalagi bahkan tiap akibat yang berujung kepada hal yang tak bermanfaat.

Seperti halnya saat tubuh begitu kelelahan, bukan sekedar rasa capek yang mendera, dan kantuk begitu menghujam mata. Tangan dan pikiran tak lagi sejalan, dan gerak begitu lamban karena tak lagi setangkas saat tubuh begitu segar. Sedang pekerjaan tak kunjung berkompromi terus mendesak menuju batas waktu. Cobalah untuk berhenti sejenak, memberikan waktu rehat. Memberikan sedikit kesegaran bukan hanya untuk mata, tubuh namun akal dan pikiran. Dan rasakan dampak positif dari rehat sejenak itu terhadap kecepatan dalam menyelesaikan pekerjaan.

Begitupun dengan bintang di langit kota, tak akan jelas terlihat saat bersaing dengan gemerlap dan terangnya lampu-lampu malam. Namun apabila kita menepi sejenak ke luar kota, di mana lampu tak seterang-benderang kota, maka bintang akan lebih jelas bersinar, bahkan bintang-bintang lain yang biasanya tak terlihat turut memamerkan dirinya. Saat kita berhenti sejenak, mencoba berjarak, semestinya kita akan lebih jernih dalam melihat, akan terbayang horison lain yang sebelumnya tak pernah terpikirkan, pernik renik yang terabaikan kadang menjadi begitu nyata untuk menjadi pilihan.

Karena itu, berhentilah sejenak, bukan untuk selamanya… karena (semoga) jawaban menjadi lebih mudah untuk menyapa…


/04.49

icons by Alexander Moore, Iconshock

One thought on “Berhenti Sejenak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s