Masih Sama

Tangan ini menengadah, mengepal, menyatu keras merapat mengucap tiap kata yang sama. Doa ini masih sama, masih bicara tentang kita, tentang mimpi-mimpi kita, harapan serta arah yang begitu ingin kita tuju. Doa ini masih sama, masih terucap untuk kamu. Untuk tiap waktu yang telah kita lewati bersama. Untuk tiap angan yang begitu nyata dan jelas tereja dari tiap bibir kita.

Doa ini masih sama, walau tiap kata yang terucap berupa ingin ini kini begitu menyakitkan, begitu perih mengisi tiap relung waktu yang terlewat. Dan semoga kita tetap sungguh bertahan mengucap tiap deret kata itu…

3 thoughts on “Masih Sama

  1. Kayak kamu bilang dulu, “Semoga apa2 yang kamu semogain nggak akan sekedar menjadi kata “semoga” saja”. Runutan kata “semoga” telah datang waktunya!

  2. Belum selesai aku membaca tulisanmu itu, sepertinya aku tahu apa maumu. Persis kawan, maka aku sungguh terharu selesai membacanya. Masih ada orang yang percaya mimpi-mimpinya di tengah pergolakan masa ini. Sebuah kesadaran kooperatif yang membongkar alam bawah sadar dunia sarat kompetisi. Terima kasih kawan, namun hari ini aku mau berbagi rasa duka denganmu, karena tepat 100 hari yang lalu iparku beralih ke alam baka. Seorang ipar yang amat mecintai keluarganya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s