Kuliah Perdana

Kamis lalu (26 Agustus) adalah hari kuliah perdana menjadi mahasiswa Pascasarjana IKJ — yap… jadi mahasiswa lagi. Bertempat di Gedung Art Cinema FFTV IKJ lantai 3 dimulailah acara tersebut oleh Direktur Pascasarjana IKJ, Mas Iwan Gunawan. Lalu pemaparan dimulai oleh Rektor IKJ, Pak Wagiono, memberikan gambaran secara umum dari tujuan program seni urban dan industri budaya yang dikembangkan oleh IKJ.

Setelah itu tiba giliran Prof. Sardono W Kusumo, ah menarik sekali melihat energi yang tersalur dari gerakan-gerakan dalam tiap penjelasannya. Dan terakhir…  Prof. DR. Sapardi Djoko Damono — kata-kata sederhana namun bernas dan cerdas runut hadir silih berganti. Kelar kuliah, hampir tak dapat menahan diri untuk meminta tanda tangan di buku Sang Nabi terjemahan Prof. Sapardi, ah tapi masih akan ada sekian pertemuan lagi yang nanti bisa ditemui :)

Esoknya, kuliah perdana itu menjadi lebih “berat” — karena : ada Iwan Fals manggung di Kampus IKJ hehehe. Wuah benar-benar pilihan yang sulit :) Namun berhubung berprofesi resmi sebagai dosen, pasti tak patut bolos kuliah hehehe. Kuliah dimulai oleh DR. Sal Murgiyanto yang membawakan semangat tarian dari lima gunung. Lalu Irvan A Noeman membawakan Industri Kreatif. Dan ditutup dengan semangat yang tetap menyala dari Nano Riantiarno.

Yah, menjadi mahasiswa kembali adalah idiom yang sedang kembali ditekuni, semoga ruang akal ini masih mampu mencernanya, dan fisik ini masih sanggup untuk menjalaninya. Toh sebenarnya ini hanya menjadi satu bentuk resmi yang harus dijalani, diluar konsep “belajar” yang tiap hari senantiasa telah coba ditekuni.

* * *

* Foto Prof. Sapardi & Prof. Sardono, diambil lewat kamera ponsel.

8 thoughts on “Kuliah Perdana

  1. Wid, kuucapkan selamat berkuliah kembali. Mungkin semangat belajar yang tiada henti sampai ke liang kubur juga dapat kita contohi dari seorang perempuan di Belanda sana (?) yang diwisuda tepat berusia 100 tahun. Eeee, tahunya keesokan harinya ia ‘doooood’ alias dead (berita koran Media Indonesia kira-kira 1 bulan yang lalu). Jadi peliharalah kesehatan jiwa dan raga, ya. Aku mengirim jawaban tentang bahasa Indonesia lewat MSN pagi ini. Semoga kamu menerimanya… sayang aku tidak bisa menjadi member MSN. Masih salam kenal, ya. FTD.

  2. Bisa belajar itu asyik, waktu itu saya ikut jadi mahasiswa pendengar saja…
    Celakanya karena mau hujan ….
    kata orang memang hujan kadang membawa berkah, seperti sore itu … saya jadi ikut dengar bapak Nano Riantiarno dari Teater Koma memberikan wacananya tentang teater kreatif…
    luar biasa memang ….
    Kalau hobby lalu menjadi profesi … lalu dilakukan penelitiannya … pasti kekayaan budaya itu berkembang, sampai-sampai bapak Nano bilang : proses kreatif jalan terus walau pemerintah tidak peduli kesenian yang serius ^__^

    hidup kesenian serius
    hidup belajar, hidup latihan diri
    hidup jadi berarti

  3. hehehe betul pak firman,
    asal jangan takut duluan juga dengan idiom “serius” =)
    budaya, kesenian, seni, desain apapun yang kerap memproklamirkan diri sebagai sisi liar tetap harus digarap dengan serius dalam manajemen dan pengelolaan dirinya. karena tepat waktu ya tepat waktu, sumber daya ya sumber daya, tetap tak beda di ranah profesi atau keilmuan apapun…

    /dw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s