Reuni Slank

Saya besar bersama “Kirim Aku Bunga” dan “Nggak Perawan Lagi”. Tahun 1990 — masih jelas juga teringat saat melihat wajah teman-teman kelas II SMP dahulu yang mengernyitkan kening melihat kaset Slank pertama, “Band apalagi ini?! Namanya saja sudah ajaib”. Yap, saya membeli album putih biru berjudul “Suit Suit Hehe (Gadis Sexy)” itu menuai keheranan teman-teman saya, namun untuk saya, “Maafkan” dan “Kalah” sangat menjelaskan kualitas band ini ke depan. Kini, album ini terpilih menjadi peringkat ke-5 dari 150 Album Indonesia Terbaik versi Majalah Rolling Stone Indonesia, Desember 2007.

Slank Pecah! Majalah Hai pada akhir 1996, selaku majalah remaja pria (namun) dengan tulisan seputar musik terbaik (pada saat itu) menurunkan tulisan utamanya, menceritakan rusuh di tubuh Slank. Yah para dewa musik itu tidak sedang “menapak” di bumi, semua “melayang” tak menentu. Berujung kepada perpecahan salah satu band terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Untuk saya sendiri, formasi album pertama hingga kelima adalah formasi terbaik yang begitu melekat. album keenam, “Lagi Sedih”, walau memiliki materi album yang hebat tetap terasa kurang slenge’-annya. Begitu pun dengan album “Tujuh”, serta album “Matahati Reformasi” yang diproduksi saat Indonesia berevolusi 1998, saya turut beberapa kali melihat langsung proses produksi album tersebut. Tapi sekali lagi, Slank bagi saya ‘berhenti’ di album kelima. Dan saya sendiri akhirnya berhenti membeli album Slank di “Satu-satu”… mungkin umur juga yang menghentikan saya untuk terus mendengarkan Slank album baru.

Saat ini, di cd player mobil, CD Slank menjadi menu wajib yang masih didengarkan setidaknya sekali seminggu. Yap, setelah era kaset berakhir, adik saya merasa perlu untuk membeli kembali album-album Slank dalam format CD, dan saya kerap meminjamnya :) Hitung-hitung gantian, dulu dia mendengarkan dari kaset yang saya beli, kini saya mendengarkan dari CD yang ia beli. Dan sekali lagi, album pertama hingga kelima saja yang random saya dengarkan.

Isu reuni berkali-kali menghampiri, bahkan Majalah Hai hingga menurunkan tulisan cover story untuk mengulas mengenai reuni ini, Slank & BIP akan satu panggung. Namun sayang, reuni ini tak pernah terwujud. Reuni yang sempat terwujud adalah pada saat ulang tahun Slank ke-25, Indra Q turut hadir di atas panggung memainkan “Maafkan” dan “Suit Suit Hehe (Gadis Sexy)”. Lalu 2006, tepatnya di Hard Rock Cafe pada saat acara mengenang Imanez, formasi utuh berhasil “dipaksa” untuk tampil dalam satu panggung, “Bangsat” dan “Mawar Merah” mengalun malam itu. Sayangnya minim sekali dokumentasi di acara tersebut, saya sendiri hanya dapat menelusuri dari satu blog yang ditulis oleh Soleh Solihun.

Lalu 3 Maret 2011 lalu, di Score Cilandak Town Square, Slank formasi awal dapat berkumpul satu panggung — namun sekali lagi tidak dapat berkumpul dalam formasi utuh, kini giliran Indra Q yang tak turut hadir karena sakit. Dan mengalirlah dua lagu Rolling Stone dan tiga lagu lawas Slank — Memang, Mawar Merah, Terlalu Manis dan Bangsat! Wow!

Melihat dokumentasi via YouTube saja sudah begitu menggembirakan, tak terbayang bagaimana atmosfirnya bila saya hadir di malam itu. Bila ada reuni Slank lagi, mohon beritahu saya… dan biarkan kita kembali tertarik ke masa lalu, bukan untuk apa-apa, sekedar mengenang sebuah perjalanan serta melihat titik-titik awal dari mana dulu kita berasal.

* * *

Image’s capture from housejakarta @ YouTube

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s