Paquita – Asa

Album “yang Perdana” Paquita menempati satu sisi apresiasi masa lalu yang saya miliki. Sebuah album yang begitu kaya akan unsur akustik, dalam alunan suara yang mengalir begitu khas. Sederet musisi berkelas turut membidani lahirnya album tersebut, begitu mengayakan. Saat album lain hadir dengan sampling digital demi menekan biaya, “yang Perdana” hadir dengan pola rekam instrumen yang utuh.

“Dua Manusia” merupakan lagu yang paling dikenal luas. Sedang favorit saya adalah “Teman Bicara” karya Bongky & Imanez, lagu ini kental sekali nuansa akustiknya. Dan tentunya “Sebuah Lagu Khayal” yang melenakan, saya putar berulang-ulang lewat walkman Sony saat menyusuri indahnya Lombok 1995.

Kemarin, mampir ke Aquarius Mahakam, niatnya membeli album LLW ( Indra Lesmana, Barry Likumahuwa, Sandy Winarta) – Love Life Wisdom, album keren yang sebelumnya hanya dapat mendengarkan lewat cuplikan di iTunes. Lalu, saat menelusuri deretan album baru, terlihat sebuah album bernuansa pupus bertuliskan, Paquita, Asa. Wah… butuh enam belas tahun untuk menghadirkan album berikutnya setelah “yang Perdana”.

Membaca judul-judul lagu yang dibawakan, terlihat daftar lagu lawas karya lintas era. Langsung tertangkap oleh mata dan membuat penasaran tentunya “Terbunuh Sepi” yang dimiliki oleh Slank. Seperti layaknya sebuah album berisi lagu daur ulang, akan menciptakan ekspektasi akan kualitas interprestasi baru, sejauh apa interprestasi tersebut dapat dihadirkan. Selain itu, keindahan nuansa akustik yang terdapat pada “yang Perdana” menjadi bentuk ekspektasi lain saat membeli album ini. Tertulis juga mixing dan mastering oleh Indra Lesmana, menambahkan ekspektasi akan kualitas album ini.

Tiga kali sudah memutar album ini, ekspektasi pertama dan ketiga yang terjawab. Sedang nuansa akustik yang diharapkan tak hadir di album ini, diganti oleh nuansa digital yang menaungi seluruh lagu. Album ini bicara tentang nuansa yang terjaga, dari pemilihan lagu, aransmen, suara Paquita semua melebur dalam sebuah kesatuan interprestasi atas sebuah lagu tanpa harus terjebak pada bentuk-bentuk yang telah hadir sebelumnya.

Favorit saya dari album ini adalah “Terbunuh Sepi (versi sepi)” dan “Dalam Kelembutan Pagi” yang saya yakin sanggup menjaga mood saat dilantunkan di padat dan macetnya Jakarta.

/11.44

3 thoughts on “Paquita – Asa

  1. Seperti yang tertulis di atas, keduanya dibeli di Aquarius Mahakam. Waktu itu keduanya baru banget terrilis, jadinya masih banyak terpajang.

    Yap, keduanya album bagus dengan penggarapan yang rapi…

  2. oouw saya kira album perdana itu yang pertama & terakhir paquita
    jadi tahun 2011 kemarin ia bikin album lagi to
    jamannya paquita dua manusia ini
    jaman saya masih berpenampilan ala axl rose
    & nenteng gitar kemana mana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s