Sungguh, Itu Cukup Untukku…

akhirnya kita kembali bertemu
berusaha keras mengingat pertemuan terakhir yang pernah kita lakukan
namun entah kapan waktu kita terakhir bertemu
begitu sulit tercatat di dalam ruang ingat kecilku
terlebih ruang temu itu tak pernah lebih dari satu dimensi
yang tak pernah mampu aku pegang kendali
hadir begitu saja
lalu
menyisakan sesak yang menguras hembus tenagaku

kau berdiri
dengan sosok yang begitu mudah aku kenali
karena ada sosok lain yang begitu lekat dengan dirimu
senantiasa tak lepas dari ujung mataku

sedang kau
berdiri diam terpaku
hanya segaris senyum coba kau tarik dari bibirmu
mencoba menyisakan keramahan dari sapaan yang aku ucapkan
begitu mudah menangkap kernyit keras dari wajahmu
begitu berusaha untuk mengenalku

sekian waktu tersekat dalam hening yang sulit beranjak
aku pun tak mampu menjelaskan
tersekat dalam kelu lidah
yang tak juga memudar

sepotong kata sapa kuucapkan
kau membalasnya, pelan
walau kernyit itu masih juga tak lepas dari wajahmu
pertemuan ini tak pernah mampu aku utarakan
dalam jabaran ruang akal begitupun sudut dimensi khayal

dan kau tetap tak mengenalku
sungguh aku tak terganggu untuk itu
karena ruang waktu yang kita miliki
tak pernah berjalan dalam sejalan dimensi

sentuh terakhir yang pernah kita lakukan
menyisakan kelu kenangan yang sedemikian lekat
menghujam
aku pun bias bila harus menjabar kata
apakah kala itu kita benar bertemu

wajahmu tetap keras berkenyit
tanpa kata kau mengucap pamit
segaris senyum tersisa kau tinggal
sungguh, itu cukup untukku…

One thought on “Sungguh, Itu Cukup Untukku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s