Cangkir Kopi Keempat

Ini cangkir kopi keempat yang saya minum hari ini. Tak lagi hanya sekedar untuk menghilangkan kantuk yang kerap menyerang, namun lebih karena tagih rasa yang sulit untuk ditolak, dan itu satu alasan yang dulu begitu dicoba untuk dihindari. Sempat tak lagi menyentuh kopi, bahkan dalam hitungan tahun. Lambung ini menolak, perut ini melilit, degup jantung ini bekerja jauh lebih kencang begitu tersentuh cairan kopi. Bahkan interaksi dengan permen kecil yang mengaku ‘gantinya ngopi’ pun tak mampu dilakukan.

Namun sekarang berubah, kini kembali lagi seperti saat dulu sebelum berjarak dengan kopi. Alasannya sederhana, tugas kuliah yang mesti terselesaikan dengan cepat, sedang ruang akal tak lagi selincah dulu saat diajak untuk berfikir, muaranya menjadi rasa kantuk yang menyerang membabi-buta. Maka, secara resmi saya kembali menikmati cairan hitam nan harum tersebut.

Jangan bayangkan kopi kelas satu yang tersaji oleh para barista, saya tak pernah menikmati itu. Cukuplah kopi sachet seribuan perak yang kerap digantung memanjang di warung-warung. Satu sachet serbuk kopi pekat yang sudah lengkap dengan gula, tinggal taruh di dalam cangkir, seduh dengan air panas dispenser, aduk, tunggu sejenak agar menjadi hangat, siap menikmati…

– – –

icon by LazyCrazy

5 thoughts on “Cangkir Kopi Keempat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s