Sunatan Massal

130124-sunatan-massal

Menurut saya, salah satu lagu cerdas yang dihasilkan Iwan Fals adalah Sunatan Massal. Yap, Iwan berhasil menangkap pernik aktivitas yang berlangsung pada saat kegiatan tersebut berlangsung. Belum lagi ketepatan pemilihan kata yang menghasilkan rima kata yang ketat, hingga tanpa disenandungkan pun tiap lirik yang ada sangat nyaman untuk dibaca berulang.

Sunat atau khitan sebagai satu manifesto budaya tua yang terjaga semenjak era bapak para bangsa-bangsa –Nabi Ibrahim (dalam riwayat disebutkan Nabi Ibrahim mendapat perintah sunat itu saat usianya telah mencapai 80 tahun), tak sedikit mengalami pergeseran budaya, bukan pada esensi aktivitasnya, namun lebih kepada ritual aktivitas yang menyertainya. Sunat menjadi satu komoditas, dilengkapi dengan perayaan yang kadang meleset dari orientasi dasar. Bahkan perayaan atas keterselesaian aktivitas sunat pun sesungguhnya tak memiliki dasar kewajiban untuk dilaksanakan.

Seperti halnya sebuah peluang ekonomi, aktivitas yang terus berulang tentu memunculkan kesempatan untuk menjadi sumber penghasilan. Begitu pun dengan aktivitas sunat. Bila musim liburan sekolah hampir tiba maka akan mudah ditemui pamflet fotokopian yang tertempel serabutan di pinggir jalan. Menawarkan paket murah untuk biaya sunat, saya pernah melihat ada yang ‘cukup’ seharga dua ratus ribu rupiah saja. Lalu muncul paket-paket lainnya, dari paket plus hinga eksklusif yang menggunakan laser dan memberikan jaminan minim darah, bius lokal, plus kado istimewa. Nah, alat dan isi paket pun telah beradaptasi mencari bentuk baru.

Bicara peluang ekonomi, di daerah Kalasan, Yogyakarta malah lebih dahulu membaca peluang tersebut. Para sunatist (sementara kita sebut saja para juru sunat dengan sebutan itu) tersebut dikenal dengan nama Juru Supit Bogem, konon didirikan sejak 1939 oleh Alm. Raden Ngabehi Noto Pandoyo. Nah di tempat inilah para pangeran keraton juga (konon) anak serta cucu laki-laki Soeharto melakukan ritual sunat. Cerita sambut cerita, ada perbedaan hasil dari proses sunat yang diklaim oleh Juru Supit Bogem, penasaran bedanya seperti apa sila untuk melakukan googling sendiri =)

Cerita lainnya, mungkin tidak banyak yang mengetahui, dibalik sebuah perayaan khitanan, ada yang mengawali dengan satu ritual yang klenik, helai undangan perayaan khitanan yang akan disebarkan ke kerabat dan tetangga dibawa terlebih dahulu ke ‘Orang Pintar’, didoakan, dilamuri ucap mantra, agar nanti pada saat para tetamu tersebut hadir di acara dapat memberikan uang undangan yang lebih, dalam arti lain, perayaan tersebut dianggap sebagai satu sumber pemasukan.

Tulisan ini bila diteruskan akan teramat panjang, karena Indonesia memiliki beragam budaya yang berkembang di seputar sunat. Tak hanya aktivitas para sunatist-nya, namun juga bentuk perayaan-perayaan yang menyertainya.

Nah, buat mereka yang belum melakukan aktvitas budaya tua ini, mungkin juga anak/keponakannya atau bahkan mungkin juga pasangannya, sila untuk memperlebar telinga, siapa tau ada kegiatan sunatan massal di sekitar lingkungan kita, lumayan hemat biaya dan biasanya akan dapat sarung, peci dan baju koko gratis! Atau ya memperlebar mata, melihat kiri kanan atau googling via dunia maya, ada sekian pilihan paket menarik yang siap untuk dipilih. Eh tapi, kecuali memang nggak masalah dengan hal ini (kondisi un.sunatan alias tanpa sunat), atau malah jangan-jangan memang itu yang dipilih dan dicari =)

Sebagai penutup,
yuk kita menyanyikan bersama penggalan lagu cerdas milik Iwan Fals:

Bukan lantaran kerjaan brutal
Ujungnya daging harus dipenggal
Di bumi insan makin berjejal
Hingga terjadi sunatan massal

Tersenyum ramah si bapak mantri
Kerja borongan dapat rejeki
Berbondong bondong bocah sekompi
Mesti dipotong ya disunatin

Si bapak mantri bukannya bengis
Meskipun tampak sedikit sadis
Kerinyut hidung bocah meringis
Sedikit tangis anunya diiris

Hei sunatan massal
Aha aha
Sunatan massal
Aha aha
Ditonton orang berjubal jubal
Banyak tercecer sepatu dan sandal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s