Melihat Lebih Dekat (02) – Samping Supir

ruang-kemudi-metromini

Masih bicara seputar MetroMini. Dua deret bangku depan itu tetap menjadi tempat favorit saya untuk duduk. Bila nasib baik akan dapat bangku yang lebih dekat dengan pintu keluar, dengan jarak bangku ke depan yang memberi ruang gerak yang cukup untuk lutut, serta tinggi bangku yang tidak terlalu rendah, karena bila sedang kurang beruntung yang di dapat adalah bangku dengan tingkat kerendahan yang ekstrim, hasilnya nggak beda seperti duduk di lantai, berasa panas karena samping-sampingan dengan mesin.

Sisi yang dekat jendela sebenarnya nggak kurang nyamannya, karena selain bisa melihat sisi pinggir jalan, dapat mengatur volume angin yang berhembus lewat jendela, dan bisa menyandarkan kepala dengan dinyaman-nyamankan. Tapi resikonya pas giliran mau turun, kalau sebelah ada penumpang juga bakal ribet keluarnya.

Nah kalau bangku paling depan itu nyaman juga, tapi tambahan dag-dig-dug karena head-to-head dengan kaca depan yang besar, walau kaca metromini didominasi oleh kaca buram karena jamur dan debu tetap saja kondisinya jauh lebih nyata ketimbang teater 3D IMAX, apalagi ‘film’ yang bakal ‘ditonton’ dari bangku depan itu didominasi oleh sepak terjang srobot kiri kanan dari Sang Pengemudi. Ditanggung sepanjang jalan bakal terus menggumam doa.

Membahas sedikit tentang kaca depan. Kaca depan tanpa wiper? Itu hal yang biasa. Hanya satu wiper yang ada di kaca depan pengemudi, tak perlu juga kita terkaget-kaget. Saya pernah naik MetroMini dengan wiper yang diikat dengan tali rafia, lalu saat hujan turun secara akrobatik tangan kiri mengendalikan kemudi dan tangan kanan menarik-ulur tali rafia untuk menggerakkan wiper. Kutak-katik lain ala Mac Gyver yang dilakukan adalah Si Kondektur biasanya segera berlari ke warung pinggir jalan bila hujan mulai turun. Membeli shampo sachet lalu membalur seluruh kaca depan dan spion. Setelah itu disiram? Ya nggak juga, dibiarkan saja penuh busa dan luruh oleh siraman air hujan.

Suguhan pemandangan lain yang juga pasti terlihat adalah karat demi karat, besi keropos, dashboard bolong, bangku yang jebol joknya. Samping tempat duduk depan itu terdapat mesin yang tutupnya dapat dibuka dengan mudah, bukan hal yang luar biasa bila tiba-tiba Sang Pengemudi menepikan MetroMini-nya lalu membuka tutup mesin tersebut kemudian mengisi air radiator dengan air yang telah disiapkan di botol-botol mineral bekas. Kalau tidak, ditanggung asap ‘ngebul memenuhi isi bis.

Kembali membahas bangku depan samping pengemudi. Mengapa tempat tersebut jadi area favorit saya? Sederhana saja, saya tak perlu terganggu oleh desak-desakan penumpang yang naik turun. Saya dapat sedikit menyangkal kenyataan yang ada.

Alasan lain duduk di depan itu, kita nggak perlu untuk berkesempatan menjadi berdosa, menjadi riya, pamer kebaikan hati dengan memberi tempat duduk yang kita miliki ke mereka yang lebih berhak. Hwalah… =)

3 thoughts on “Melihat Lebih Dekat (02) – Samping Supir

  1. Oh iya…dulu tempat duduk favorit juga di depan, karena seru dengan tambahan adrenalin dengan kaca segede gaban dan ngeliat motor-motor yang mepet hampir “ciuman” dengan hidung Metro Mini. Terus juga karena satu alasan yang mungkin eksklusif buat perempuan, kalo duduk paling depan berarti gak harus khawatir dicolek-colek orang iseng dari kaca, apalagi kalau ngelewatin gang tempat duduk dan gak jelas arah colekan dari mana.

  2. Hahaha :)! Salah satu cara jaganya adalah, galak-galaklah jadi cewek. Dulu pernah hampir ngejepit tangan orang yg nyolek lewat jendela, dan gak tau deh berapa kali marah2in orang yang ketauan abis nyolek sembarangan. Rasain, malunya sama kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s