Maaf

Tangismu yang mendera,
tak kan pernah sebanding dengan
semasuk akal apapun alasan yang kupunya
dan telah menjadi pemicunya… 

Karena itu,
adakah masih kau butuhkan satu alasan atas maaf yang kuucap
bila matamu telah memendar merah, melinang air mata?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s