AMERINDO IDOL 01

Indonesian-Idol

“Kamu sebutkan 10 penyanyi perempuan dari luar negeri maka kamu bakal dapat golden ticket,” syarat nyeleneh diucapkan Ahmad Dhani di salah satu sesi audisi Indonesian Idol yang saya tonton lewat YouTube. Kadung pernyataan itu menimbulkan ketidaksetujuan dari peserta audisi yang memang kesulitan menyebutkan daftar yang disyaratkan. Akhirnya peserta audisi tersebut gagal, namun tetap minta diizinkan untuk audisi menyanyi, dan tetap gagal. Lalu sesi tersebut berakhir dengan drama si ibu peserta audisi turut masuk ke ruang audisi, tak terima dengan syarat nyeleneh yang diajukan Ahmad Dhani.

Secara sekilas tampaknya mudah syarat yang diucapkan Ahmad Dhani, namun nyatanya menjadi masalah besar bagi si peserta audisi. Saya sendiri termasuk yang setuju dengan syarat nyeleneh tersebut, saya pun kerap menerapkan syarat tersebut dalam sesi interview mencari tim kerja yang saya miliki. Ada dua faktor yang menggelitik saya dengan kondisi tersebut.

Faktor pertama soal referensi.
Minimnya acara musik berkualitas yang disuguhi stasiun-stasiun TV, radio dan tentunya industri musik menjadikan referensi musik dari para peserta menjadi sedemikian menyedihkannya. Kualitas musik bagus semakin sulit ditemui, standar kualitas musik terjun bebas, semakin sulit menjumpai peserta berkualitas dari pelosok Indonesia. Sebuah standar akan membaik bila senantiasa diperbaharui dengan standar yang lebih berkualitas, sedang standar berkualitas (salah satunya) diperoleh dengan referensi yang baik pula. Semakin tidak mungkin mendapatkan standar berkualitas tanpa dibarengi referensi yang baik.

Berkilah dengan kualitas acara stasiun TV dan radio tentunya tidak tepat juga. Internet sudah sedemikian merajalelanya. YouTube melimpah ruah referensi bagus, web berkualitas yang siap menjadi referensi juga tersebar tak terkira banyaknya. Semestinya internet sudah mencukupi sebagai sarana belajar awal untuk mencapai kualitas awal menjadi seorang penyanyi.

Coba bandingkan dengan kualitas para peserta American Idol. Begitu banyak peserta yang menyanyi dengan kualitas di atas rata-rata. Ajang mencari bakat tersebut berfungsi sebagaimana mestinya sebagai ajang mencari penyanyi berbakat. Minim drama, sepi akan pendekatan ala infotainment, fokus pada kualitas menyanyi para peserta.

Tidak hanya kualitas menyanyi saja yang coba dijaga oleh peserta. Mereka yang sudah tampil di depan tiga juri didominasi oleh mereka yang telah siap dengan industri musik, penampilan yang menarik contohnya gigi putih cemerlang yang terlihat memang disiapkan secara sadar oleh mereka. Terlihat totalitas di sana.

Faktor kedua soal dedikasi.
Sepuluh nama penyanyi perempuan luar negeri semestinya mudah bagi mereka yang ingin bertarung di ajang kompetisi menyanyi. Butuh dedikasi dan totalitas dalam menekuni satu profesi, dan pencarian referensi adalah salah bentuk totalitas tersebut. Menjadi total adalah sebuah keharusan, karena hal tersebut membuka jalan pembelajaran tak berkesudahan. Berhentilah berlindung pada kata otodidak yang semu, karena otodidak yang semestinya adalah belajar dua kali lipat lebih keras dibanding mereka yang melakukannya lewat jalur akademis.

Lewat dedikasi, sesungguhnya kita menggiring diri pada kualitas yang semakin baik. Awalnya mungkin ‘hanya’ referensi. Kemudian kita digiring untuk mengetahui sejarah perjalanan karir si penyanyi yang menjadi referensi kita, lalu kerja kerasnya, teknik vokalnya, mic yang digunakan, referensi-referensi penyanyinya, gaya panggungnya, kostum yang digunakan, perancang kostum panggungnya, lagu-lagu yang disukai, cara blocking di atas panggung, ekspresi, dan selanjutnya dan seterusnya…

Akhirnya “sepuluh nama penyanyi perempuan luar negeri” benar-benar menjadi syarat murah yang tak berlebihan dan tak nyleneh lagi. Karena semestinya sudah menyatu dan menjadi keseharian mendasar yang melabur dalam keinginan menjadi seorang penyanyi. Dedikasi atas profesi!

* * *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s