Konsep Visual Perancangan Label Kemasan Madu-madu Nusantara dengan Contoh Kasus Madu Sumbawa

Artikel & Desain:
Danu Widhyatmoko

Ilustrasi:
Tytton Sishertanto

PEMBAHASAN DESAIN

Desain yang akan dihasilkan dalam penelitian ini nanti akan terdiri dari beberapa jenis, namun semuanya akan tercipta dalam bentuk label kemasan. Mengapa label kemasan?

  1. Karena hampir 100% kemasan madu Sumbawa menggunakan media botol, baik kaca maupun plastik. Botol yang digunakan biasanya belum memiliki bentuk khusus, mereka masih memanfaatkan botol-botol yang telah ada sebelumnya, hal ini dikarenakan untuk membuat botol dalam bentuk khusus akan membutuhkan biaya yang relatif tinggi.
  2. Untuk mencapai sebuah keunikan, bila diperbandingkan antara membuat bentuk botol yang khusus dengan memproduksi label kemasan maka membuat label kemasan akan sangat jauh ekonomis. Dengan bentuk label kemasan akan semakin banyak produsen madu Sumbawa dapat memanfaatkannya karena ekonomis dan efektif.
  3. Mudah dalam pengaplikasiannya, tinggal direkatkan pada bidang botol. Tidak membutuhkan tambahan mesin khusus lagi untuk memanfaatkannya.

Pendekatan yang dilakukan untuk mendapatkan karakter Sumbawa yaitu dengan menggunakan :

  1. Visualisasi motif asli dari daerah Sumbawa, motif tersebut diambil dari kain tenun yang banyak terdapat di Sumbawa.
  2. Visualisasi obyek-obyek unik yang terdapat di Sumbawa, seperti upacara Pasola [tarian perang dengan ratusan penunggang kuda menyebrangi padang sambil menjatuhkan lawan dari daerah lain dengan cara melempari tombak, komodo, bentuk pulau dari Sumbawa.
  3. Warna-warna yang terdapat di kain-kain tenun khas Sumbawa.

Untuk kebutuhan nama produk madu maka untuk sementara dipilih nama Batu Lanteh, nama tersebut nanti dapat berubah sesuai dengan nama produk dari madu yang akan memanfaatkan label-label yang ada. Batu Lanteh sendiri adalah sentra penghasil madu Sumbawa.
Elemen dasar kemasan yang akan ditempatkan di desain kemasan ini meliputi:

  1. Nama Produk
  2. Ilustrasi utama
  3. Keterangan volume isi
  4. Label halal
  5. Informasi pendukung
  6. Keterangan nama produsen
  7. Keterangan informasi kandungan/komposisi madu
  8. No Departemen Kesehatan
  9. Bar code

 

HASIL PEMBAHASAN DESAIN 01

madu-emas

  • Pendekatan visual yang dilakukan adalah dengan memvisualkan peta daerah Sumbawa, diletakkan di sebuah obyek berbentuk tetesan madu.
  • Nuansa yang diharapkan adalah nuansa keemasan, mengangkat visual modern yang higienis.
  • Elemen pendukung yang mengangkat dari Sumbawa terdapat pada motif dasar yang terdapat di latar, motif tersebut diambil dari motif tenun geometris Sumbawa.
  • Elemen materi kemasan dapat ditambahkan dengan memberikan kertas pembungkus pada tutup dari bahan kertas samson coklat. Dan di bagian atasnya diberikan label berbentuk lingkaran.
  • Jenis huruf yang digunakan:
    • Futura [Neuville Digital] untuk nama produk, dipilih karena memiliki karakter yang kuat, sederhana dan modern.
    • Bradley Hand ITC TT [International Typeface Corporation] digunakan pada penulisan ”Madu Sumbawa Asli”, karakter huruf seperti tulisan tangan diharapkan mampu memvisualkan kata ”asli, natural”
    • Optima [Linotype Library GmbH] untuk penggunaan pada teks.

madu-emas-01

madu-emas-02

 

HASIL PEMBAHASAN DESAIN 02

madu-kuda

  • Pendekatan visual yang dilakukan adalah dengan memasukkan unsur motif flora Sumbawa, namun di dalam pengaplikasiannya disesuaikan dengan bentuk dasar dari obyek utama [lingkaran]. Motif Sumbawa yang cenderung bersifat geometris dengan arah gerak horisontal dan vertikal disesuaikan mengikuti bentuk dasar lingkaran.
  • Obyek penunggang kuda yang siap menombak, diambil dari tarian perang Pasola, dipilih untuk memvisualkan khasiat kekuatan yang terdapat pada madu Sumbawa. Jenis ilustrasi yang digunakan adalah natural termasuk visualisasi dari lebah sebagai obyek perantara utama yang menegaskan bahwa produk yang dikomunikasikan adalah madu yang dihasilkan oleh lebah.
  • Warna yang dipilih tidak memanfaatkan warna lokal Sumbawa, namun memilih warna yang cenderung segar dan higienis.
  • Ornamen materi bahan dapat ditambahkan pada tutup kemasan, dengan menambahkan kain dan diberi tali pengikat dari bahan rami.
  • Jenis huruf yang digunakan :
    • Handwriting – Dakota [vLetter Inc. & Apple Computer Inc.], memvisualkan nama produk, dipilih karena bersifat natural, membawa keaslian.
    • Lithos diterapkan pada tulisan ”Madu Sumbawa” dipilih karena memiliki sifat yang tipikal dengan karakter jenis visual Sumbawa yang cenderung geometris dan tradisional.
    • GriffithGothic [The Font Bureau, Inc.], diterapkan pada teks. Dipilih karena memiliki karakter yang tegas, geometris dan keterbacaan yang baik.

madu-kuda-01

madu-kuda-02

 

HASIL PEMBAHASAN DESAIN 03

madu-kuning

  • Pendekatan visual yang dilakukan dengan menekankan pada bagaimana menekan biaya produksi agar menjadi sangat ekonomis. Karena itu warna yang digunakan hanya 2 warna saja, kuning dan hitam, yang identik dengan warna lebah. Proses cetak dengan menggunakan dua warna akan sangat menekan biaya produksi.
  • Tidak ada elemen khusus yang mewakili Sumbawa pada visual ini, identitas Sumbawa hanya terdapat pada nama produk saja. Tetap sedikit pendekatan visual dilakukan pada ilustrasi, jenis ilustrasi yang dipilih adalah jenis ilustrasi semi cukilan kayu [wood cut] yang menciptakan nuasa tradisional yang tua, seperti halnya kebudayaan Sumbawa yang telah berumur panjang.
  • Ornamen materi bahan dapat ditambahkan pada tutup kemasan, dengan menambahkan kain dan diberi tali pengikat dari bahan rami.
  • Jenis huruf yang digunakan :
    • Goudy Old Style, memiliki karakter mewah dan klasik dengan kait yang tergarap maksimal. Karakter klasik yang dimiliki sesuai dengan nuasa tradisional cukilan kayu yang terdapat pada ilustrasi.
    • Myriad Pro [Adobe Systems Inc.], memiliki karakter tegas namun ringan dengan tingkat keterbacaan yang baik hingga tepat bila diaplikasikan pada label yang memiliki ukuran kecil.

madu-kuning-01

madu-kuning-02

 

HASIL PEMBAHASAN DESAIN 04

madu-merah

  • Tenun Sumbawa memiliki warna-warna yang dominan, salah satu warna yang paling kuat adalah unsur warna merah, coklat dan hitam, tiga unsur warna tersebut banyak terdapat pada songket Kre Alang. Warna tersebut yang berusaha diangkat pada desain label ini.
  • Salah satu jenis motif yang terkenal dari tenun Sumbawa adalah motif geometris dengan obyek kuda. Dilakukan penyederhanaan bentuk dari motif tersebut, lalu diterjemahkan menjadi unsur ornamen.
  • Ilustrasi natural lebah menjadi obyek utama sebagai penjelas dari produk madu yang terdapat di kemasan. Kemasan botol yang bersifat tembus pandang hingga produk madu di dalamnya dapat terlihat jelas, merupakan keuntungan sendiri bagi kemasan karena isi produk dapat langsung terlihat jelas tanpa harus terlalu dijelaskan secara visual.
  • Jenis huruf yang digunakan :
    • Optima [Linotype Library GmbH] dipilih karena memiliki karakter yang cenderung halus walau bentuk dasarnya sendiri terlihat kokoh. Dipilih untuk menetralkan kerasnya unsur-unsur geometris dan gelapnya warna merah hitam yang telah mendominasi keseluruhan desain kemasan.
    • GriffithGothic [The Font Bureau, Inc.], diterapkan pada teks. Dipilih karena memiliki karakter yang tegas, geometris dan keterbacaan yang baik.

madu-merah-01

madu-merah-02

 

HASIL PEMBAHASAN DESAIN 05

madu-coklat-01a madu-coklat-01ab madu-biru-01a

  • Ilustrasi menjadi elemen utama dari pembahasan desain ini, berusaha memvisualkan suasana pada saat madu dipanen. Visual menjelaskan betapa naturalnya madu yang dikemas, di dapat dari sarang lebah di hutan Sumbawa dan diambil langsung dari dalam sarangnya. Jenis ilustrasi yang dipilih adalah cukilan kayu, untuk mendapatkan unsur tradisional dan natural yang kuat.
  • Motif yang dipilih diambil dari motif geometri khas Sumbawa, diambil dari songket Kre Alang. Setelah dilakukan penyederhanaan bentuk [stilasi], motif tersebut disesuaikan dengan area visual yang ada. Selain tersaji menjadi ornamen hias utama, motif tersebut juga dibuat menjadi pola hias yang tersamar pada latar label.
  • Warna yang dipilih merupakan warna-warna yang terdapat pada ragam tenun Sumbawa. Dipilih warna-warna yang cenderung modern dan sedikit banyak merupakan warna kontras dari warna madu yang cenderung coklat tua, hingga terdapat sebuah komposisi yang saling melengkapi.
  • Jenis huruf yang digunakan :
    • Goudy Old Style, memiliki karakter mewah dan klasik dengan kait yang tergarap maksimal. Karakter klasik yang dimiliki sesuai dengan nuasa tradisional cukilan kayu yang terdapat pada ilustrasi.
    • Baskerville [Monotype Typography, Ltd], diaplikasikan pada teks, memiliki karakter yang tidak jauh berbeda dengan Goudy Old Style, dengan tingkat keterbacaan yang baik.

madu-coklat-02

madu-coklat-01

madu-biru-01

 

KESIMPULAN

Madu sebagai sebuah industri pangan dengan tingkat ekonomis yang tinggi selayaknya dimanfaatkan secara maksimal. Desain sebagai salah satu unsur utama di dalam industri harus memegang peranan penting di dalam proses pemaksimalan industri madu tersebut. Sentuhan desain berpadu dengan elemen lokal yang dimiliki oleh daerah-daerah penghasil madu utama akan menghasilkan sebuah visual desain yang mumpuni. Produksi pangan yang dikemas secara maksimal akan memiliki daya jual yang tinggi, memiliki kekhasan, keunikan dan kandungan lokal yang tinggi, memiliki identitas yang kuat hingga mudah dikenali dan pastinya akan mendukung proses pemasaran.

 

*Tulisan ini pernah dimuat di Jurnal Wastucitra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s