Bait doa yang sama masih juga terucap,
walau gema tak lagi menderas suara,
membisik lirih bahkan kadang terseling tanya
“semua ini untuk apa?”

Dan kini,
dalam arah yang semakin kasat mata,
perlahan menyusun akhir perjalanan,
mewujud dan merayakan,
nyatanya doa-doa itu membentuk dirinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s