Memulai Kembali

Sampai hari ini masih merasa berat untuk membeli album/lagu baru lewat iTunes Store, selalu album/lagu yang telah lewat masanya yang dibeli lewat toko online itu. Sedang untuk album-album baru masih tetap memilih untuk membelinya dalam format fisik CD.

Mengapa?
Karena ada “ritual” yang biasa saya lewati yakni membaca utuh terlebih dahulu deret lirik yang tertera di sampul album, baru mendengarkannya bersama lagu. Banyak lagu yang saya senangi diawali lewat membaca lirik tanpa mendengar lagu.

Tetapi kini, saat bahasa endonesiyah semakin turun kelas, babak belur karena dianggap tak lagi keren mentereng, terhantam oleh format bahasa 4L4y, belum lagi terkena TJG SKT KT (baca: terjangan singkatan kata), maka berguguranlah lagu-lagu dengan lirik yang memesona.

Namun, di akhir minggu kemarin saya bertemu dengan satu lagu dengan lirik yang tergarap menarik dari penyanyi dan pemusik yang tergolong belia, sungguh itu menjaga harapan bagi keberlanjutan kualitas lirik musik berlafal tuturan endonesiyah

. . .

Angan-angan pilu pun perlahan-lahan menghilang
Dan kabut sendu pun berganti menjadi rindu
Sejak saat itu langit senja tak lagi sama

(Memulai Kembali – Monita & the Nightingales)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s