Ponsel Candy Bar

ponsel

Si Samsung SCH – W139 akhirnya tewas juga, tidak dapat di-charge lagi. Sudah ganti charger, hasilnya sama aja, mau diperbaiki, pasti harganya bisa lebih mahal dari harga ponselnya.

Akhirnya ganti dengan Si Nokia 208, ini ponsel Nokia pertama yang pernah dimiliki. Masih tetap candybar, tapi dari fiturnya sih terlihat sudah bisa bersosial media dan browsing dengan menggunakan pulsa telepon. Ah tapi pasti nggak akan digunakan juga.

Kok bukan smartphone?
Sekarang sih udah ada kemajuan, sebelum beli si candybar kemarin udah sempat pegang-pegang si 5C, 5S, 6 dan 6+. Tapi ya ujungnya tetap nggak beli juga.

5 thoughts on “Ponsel Candy Bar

  1. 😁

    Kalau berkenan dengan Android padahal Xiaomi harganya terjangkau sekali dengan kualitas yang oke punya Pak (beberapa waktu lalu orang tua sempat beli Redmi, harga dibawah 2jt untuk kualitas yang jika disematkan merek jepang mungkin bisa diatas 3jt). Tapi saat menginstall aplikasi, akses yang dimintanya agak mengerikan 😅

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s