Pantai Pink Lombok Timur, Saat Keindahan Tak Cukup dalam Kata

Setelah dihajar ombak besar di penyebrangan Gili Trawangan menuju Bangsal, badan benar-benar luluh remuk, begitu pun dengan rencana ke pantai Tangsi yang kini lebih dikenal dengan julukan pantai Pink. Pengemudi mobil sewaan yang membawa kami tidak berani mengantar karena sudah terlalu siang. Mencoba menunda hari kepulangan pun juga gagal, biaya yang dikeluarkan terlalu mahal untuk mengganti tiket Garuda.

Tapi ternyata Tuhan punya skenario yang lebih baik, setelah mencari penyewaan mobil lain dan diskusi berisi agenda penuh spekulasi, akhirnya diputuskan untuk tetap berangkat ke pantai Tangsi subuh pagi, sambil tak henti berdoa agar tidak ketinggalan pesawat yang boarding di 14.20 wita.

Bangun semenjak pukul 03.45 wita, bersiap dan bergegas untuk mengejar keberangkatan pukul 04.30. Berhasil check-out pukul 04.45, namun mobil sewaan tak kunjung datang, bahkan baru tiba pukul 05.30. Alasan yang diumbar oleh si pengemudi sudah tak lagi didengar, terbayang sudah kehilangan visual matahari yang muncul perlahan.
Sambil diliputi rasa bersalah si pengemudi memacu mobil bagai di jalan bebas hambatan, satu jam tiba di Tanjung Luar! Tanjung luar adalah desa di Lombok Timur yang merupakan pelabuhan pelelangan ikan terbesar di Lombok. Turun dari mobil, matahari dengan sinar keemasan baru beranjak muncul dari balik daratan Sumbawa, kita tiba tepat waktu!

Geliat-Pagi-di-Pelabuhan-Tanjung-Luar-Lombok-Timur
Menuju dermaga, naik perahu kayu, meninggalkan pulau Lombok yang bersiluet gagah Rinjani di sebelah kiri dan matahari yang beranjak naik di sebelah kanan. Persinggahan pertama adalah pulau pasir, pulau ini hanya berupa gundukan pasir yang muncul pada saat air laut surut, ratusan bintang laut merah muda terserak menghias pasir abu-abu.

Bintang-Laut

Satu jam waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Pantai Tangsi, sepanjang perjalanan disuguhi angin laut yang berhembus perlahan, ayunan ombak yang menenangkan, dan laut jernih yang terlihat dasarnya. Sempat mampir ke pulau kecil dan juga sempat mematikan mesin kapal sambil menebar remah kue, dan dalam sekejap ikan warna-warni berkumpul memamah remah-remah kue itu. Tanpa bantuan alat dan menyelam, terumbu-terumbu karang warna-warni berukuran raksasa jelas terlihat dari atas kapal.

Air-Jernih

Perjalanan kembali dilanjutkan menuju pantai Tangsi, menurut Kompas, disebut pink karena pasirnya berwarna putih bercampur serpihan terumbu karang warna merah. Jika terkena air laut, dan sinar matahari sore atau pagi, butiran-butiran pasir halusnya berubah warna menjadi merah muda. Kabarnya, di dunia ada tujuh pantai yang pasirnya berwarna merah muda seperti di Bahama, sedangkan di Indonesia ada juga di Pulau Komodo.

Tiba di pantai Pink, semua cerita positif yang kami dapatkan benar adanya. Seluruh review di media, seluruh tuturan yang disampaikan di sepanjang perjalanan tiap bertanya seputar pantai Pink, semua tepat tidak ada yang melebih-lebihkan. Pantai ini begitu indah, keheningan yang menyertai semakin menjaganya kian sempurna. Kami yang berkunjung seorang diri ke pantai itu semakin melengkapkan kondisi yang kami temui, seolah pantai ini menjadi milik pribadi.

Pantai-Pink-01

Ombak yang berdebur perlahan memecah di pantai membawa bulir-bulir serpihan terumbu karang merah bercampur dengan putihnya pasir pantai. Air laut yang jernih memasang gradasi warna sempurna dari biru laut dan hijau pirus, menyambung biru langit pada garis horison yang membentang sejauh mata memandang. Begitu hening dan tenang, terlebih matahari bersinar tak terlalu menyengat. Pada akhirnya tak cukup kata yang sanggup tersusun untuk menuliskan kemewahan pantai indah ini.

Pantai-Pink-02

* * *

Tulisan ini disusun untuk diikutkan dalam lomba World Travel Writer Gathering 2015 (www.twgathering.com).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s