Pergi,
kan selalu tertitipkan oleh harapan

Namun pulang,
yang akan selalu menggetarkan

Sedang pamit terakhir yang pernah terucap pun samar teringat, entah kata apa yang saling kita eja, selain sesaat berisi selaksa tatap mata tanpa daya

Dan,
apakah selamat tinggal   memang cara kita untuk memberi kesempatan bagi sapa “hei” di satu waktu?

. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s