Bodoh Itu Gratis

Cobalah melintas di Kamis malam, di sekitaran Pos Pengumben mengarah ke Pasar Kebayoran Lama. Akan mudah kita saksikan para pengguna roda dua, baik sendiri atau pun berbonceng, tanpa pelindung kepala, atau hanya berbalut kain tipis putih setengah bola.

Ah saya masih memilih untuk berbaik sangka, mungkin benda putih itu terbuat dari serat kevlar berteknologi nano terkini, terbalut unsur logam titanium berdaya tahan bentur melebihi kuasa baja. Hingga tak perlu lagi mengenakan benda usang berjuluk helm sebagai pelindung kepala.

Bila sabdamu setara dewa, dan titahmu bagai dogma, maka mengapa tak kau ajarkan umatmu untuk sekedar berhenti di belakang marka garis hitam-putih yang melintang membelah jalan? Mengapa tak kau ajarkan umatmu untuk mengenakan pelindung kepala. Mengapa tak kau ajarkan untuk tak perlu berjibaku bertaruh nyawa melawan arus jalan saat berkendara?

Bodoh itu gratis, hingga kadang kita terlupa menenggaknya terlalu banyak, hingga mabuk, ambruk tak lagi berpijak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s