Orang yang Sama

Aku masih orang yang sama,
orang yang masih mendengarkan dan memuja karya Iwan Fals, Sang Legenda. Juga lagu-lagu lima album lama yang penuh daya dan tak lekang oleh waktu dari penghuni jalan kecil bernama Potlot, Slank!

Aku masih orang yang sama,
orang yang masih begitu mencintai Bromo, lengkap dengan kaldera purbanya, juga kabut pagi, dan Semeru yang menjulang menengadah langit, serta dingin yang menghujam meremat sendi-sendi tulang.

Aku pun masih orang yang sama,
orang yang masih begitu mencintai malam, heningnya dinihari, syahdunya pagi, dan temaramnya senja.

3 thoughts on “Orang yang Sama

  1. Ketika sepunuk gunung yang sama sehitam malamnya kelam,
    Kemudian termuram temerang senja,
    Dan dibangunkan sentuhan mentari terbit,
    Apakah ia gunung yang sama?
    Tentu, tentu ia sama.
    Mungkin persepsi yang tak pernah sama,
    Mungkin sahabat lama yang tak lagi ada,
    Mungkin saya yang selalu ada dan tiada.

  2. Danu,
    Dunia terus berputar kencang, tapi aku berusaha keras untuk menjadi “tetapi sama” itu. Hasilnya: aku terpental ke sana-kemari. Roda hidupku nggak berputar vertikal, melainkan horisontal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s