N-Ach N Endah

03-N-Ach-N-Endah

Judul artikel ini bukan nama side bandnya Endah di luar Endah N Rhesa, apalagi nama band barunya. N-Ach itu Need for achievement, merujuk kepada kondisi individu-individu yang memiliki tujuan untuk senantiasa mencapai prestasi di atas rata-rata. Individu ini mengasah terus ketrampilan yang dimiliki, meletakkan standar pencapaian di tempat yang tinggi, mengulang secara terus-menerus aktivitas yang mendukung ketrampilannya dalam mencapai tujuan. Istilah N-Ach sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Hery Murray kemudian dipopulerkan oleh psikolog kontemporer, David McClelland.

Lalu apa hubungannya dengan Endah?

Jauh sebelum Endah N Rhesa terbentuk kebetulan saya telah mengenal Endah. Awal sekali, sekitar tahun 1995, waktu itu saya sedang berlatih di satu studio musik, gitaris yang seharusnya bermain tidak dapat hadir. Lalu seorang rekan berinisiatif mencari gitaris pengganti, ia menelpon sepupunya yang kebetulan tinggal tak jauh dari studio. Tak lama datanglah seorang anak perempuan bertubuh kecil, penuh keringat karena habis mengayuh sepeda mini di siang hari yang panas. Anak perempuan itu mengenalkan dirinya –Endah, kelas 5 SD!

Sebelum memulai latihan, Endah kecil diminta sepupunya untuk unjuk gigi. Tak lama mengalunlah intro ikonik Just Take My Heart–nya Mr. Big. Intro nan rumit itu dimainkan mulus tanpa cela, lewat jemari kecil pada fret gitar listrik yang sebenarnya berukuran masih terlalu besar.

Itu awal sekali, pertemuan berikutnya berlangsung di rumah sahabat yang juga seorang gitaris. Waktu itu Endah sudah duduk di bangku SMP atau SMA, saat saling mengenalkan diri ia menyebut nama lengkap saya, saya kelimpungan karena berusaha mengingat-mengingat pernah berkenalan di mana. Tak sulit untuk kembali mengingat, cukup dengan keyword “anak perempuan kelas 5 SD memainkan intro Just Take My Heart”. Saat itu Endah sudah memantapkan dirinya untuk menjadi gitaris, belajar gitar ke sekian guru, termasuk ke sahabat saya itu. Tubuhnya masih kecil, namun sudah jauh lebih tinggi dari pertemuan pertama, dan kemana-mana naik angkot sambil membawa gitar plus menenteng satu set kotak berisi beberapa effect gitar mobil-mobilan.

Bicara soal N-Ach, saya dan Endah pernah membahasnya lewat email. Ia bercerita habis berdiskusi dengan (alm.) mamanya, membahas soal N-Ach dan seperti mendapat sebuah petunjuk baru atas arah, kerja keras serta komitmen yang akan ditempuh. Saya yang kebetulan mengetahui soal cerita-cerita seputar N-Ach akhirnya mengirimkan artikel terkait yang saya miliki, dan berdiskusi lebih jauh.

Dahulu itu, tak sulit menangkap potensi besar yang dimiliki oleh Endah, paduan kerja keras serta komitmen besar yang dimilikinya menjelaskan kondisi N-Ach yang ia miliki. Tak sulit juga untuk memprediksi keberhasilan yang akan ia capai –seperti saat ini. Saya teringat ceritanya, bagaimana kakak lelakinya terus memaksa dirinya untuk berlatih, lengkap dengan kata-kata keras yang memotivasi. Atau saat sempat merekam lagu sendiri di ‘studio’ kamar yang sederhana, Endah mendapat bagian intro dan melodi gitar yang harus ia ulang-ulang berkali-kali karena tidak juga sreg dengan kualitasnya. Tak ada keluh dan kesah yang keluar walau harus mengulang (mungkin hingga) puluhan kali, bahkan sampai pernah saya tinggal tidur. Saat kualitas belum mencapai standar yang diinginkan maka terus diulang, dibawa pulang untuk dilatih terus, hingga pertemuan berikutnya telah lebih siap dan lebih berkualitas.

Bagi mereka yang memiliki DNA N-Ach –seperti yang dituliskan oleh David McClelland, mereka melihat prestasi (pencapaian) jauh lebih penting dari materi atau imbalan uang, mencapai tujuan memberikan kepuasan pribadi yang jauh lebih besar dari pujian dan pengakuan, terbuka dalam menerima umpan balik karena menganggapnya sebagai bagian dari pengukuran keberhasilan, dan mereka terus menerus termotivasi untuk memperbaiki diri. Nah, bukankah ciri tersebut memang ada di sosok Endah?

* * *

Daftar Pustaka

  • McClelland, David C. (1961). The Achieving Society. Priceton: D. Van Nostrand.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s