Sosrokartono: Spiritualis & Poliglot 24 Bahasa

02-Sosrokartono

Siapa kakak laki-laki RA Kartini?

Pernah mendapat pertanyaan serupa? Lewat semangat penuh humor canda pasti akan kita jawab dengan, “Kartono!”

Ternyata jawaban tersebut tidak salah. Yap, kakak RA Kartini memang bernama Kartono, lengkapnya, Raden Mas Panji Sosrokartono. Kini banyak yang tidak mengetahui sepak terjang dari Sosrokartono, padahal sederet kemampuan mentereng ia kuasai, juga segudang aktivitas keren pernah ia jalani. Salah satu label yang melekat pada dirinya adalah didaulat sebagai guru spiritual Bung Karno, bayangkan, muridnya saja sehebat itu tentunya Sang Guru bukan orang sembarangan.

Sosrokartono lahir di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Rabu 10 April 1877, sebagai anak dari bupati Jepara. Sosrokartono kecil telah menunjukkan bakat-bakat luarbiasa –sebutan anak indigo sepertinya tepat untuk disematkan. Sosrokartono kecil mampu “melihat” masa depan, serta cerdas luar biasa. Selepas sekolah di HBS (Hoogere Burgerschool, sekolah lanjutan tingkat menengah untuk orang Belanda, Eropa, juga pribumi ningrat. Setara dengan SMP + SMA, namun totalnya hanya 5 tahun) Sosrokartono melanjutkan sekolahnya ke Belanda. Sekolah Teknik Tinggi di Leiden menjadi pilihan awal, dalam perjalanannya ia merasa tidak sesuai lalu pindah ke Jurusan Bahasa dan Kesusastraan Timur. Di jurusan tersebut ia menyandang gelar Docterandus in de Oostersche Talen, dan berhak meletakkan Drs di hulu namanya.

Selain Raden Saleh yang melegenda lewat lukisannya, Sosrokartono tentunya termasuk pribumi generasi awal yang melanglang di bawah langit Eropa. Wartawan perang adalah salah satu status pekerjaan yang pernah ia sandang. Tidak tanggung-tanggung, The New York Herald Tribune, menjadi tempat ia bekerja sebagai koresponden Perang Dunia I.

Cerita dibalik rekrutmen menjadi koresponden di surat kabar bergengsi dari Amerika Serikat itu amatlah menarik. Jadi, andai saat itu Twitter sudah beroperasi, pastilah Sosrokartono menjadi master kelas dewa untuk utak-atik 140 karakter, karena tes masuknya berupa tantangan untuk menyingkat satu kolom berita berbahasa Perancis ke dalam tulisan berjumlah kurang lebih 30 kata, dan ditulis dalam 4 bahasa (Inggris, Rusia, Spanyol dan Perancis). Pelamar lain yang didominasi bangsa Eropa tidak mampu mencapai 30 kata, namun Sosrokartono berhasil memadatkan hingga 27 kata!

Kemampuan berbahasa Sosrokartono memang di luar batas normal, ia menguasai 24 bahasa asing dan 10 bahasa daerah di nusantara, seorang poliglot tulen. Bahkan menurut Bung Hatta, Sosrokartono menguasai bahasa Basque (Basken). Basque sendiri adalah bahasa yang dituturkan oleh orang Basque yang hidup di daerah Pyrenea di utara-tengah Spanyol, bersebelah dengan wilayah utara-barat Perancis. Basque dipercaya sebagai bahasa terasing, bukan bahasa Indo-Eropa, dan Sosrokartono menguasari bahasa terisolasi tersebut.

Masih dari buku biografi Bung Hatta, dituliskan bahwa sebagai koresponden Sosrokartono memiliki gaji $ 1.250, dengan gaji sebesar itu ia dapat hidup sebagai miliuner di Wina, Austria, tempat ia tinggal. Selama 26 tahun melanglang Eropa, silih berganti pekerjaan hebat, hidup di dalam lingkaran jet set, juga kaum intelektual internasional, tak membuatnya puas, justru konflik batin terus merundungnya. Titik nadirnya berada saat Sosrokartono bertemu dengan anak kenalannya yang berumur sekitar 12 tahun. Si anak mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh walau sudah diobati oleh banyak dokter. Namun, pada saat Sosrokartono menyentuh dahi anak itu, terjadilah keajaiban. Si anak membaik dalam hitungan detik dan sembuh di hari yang sama. Seorang ahli psikiatri dan hipnosis menjelaskan bahwa ternyata Sosrokartono memiliki daya persoonlijke magnetisme yang sangat besar namun tidak ia sadari.

Keinginan untuk mendalami kemampuan yang ia miliki membawa dirinya pergi ke Paris untuk belajar di universitas di kota itu. Namun ia tidak bisa mendapatkan pembelajaran penuh karena bukan lulusan dari kedokteran. Tahun 1925, kekecewaan yang ia alami karena ditolak bersekolah di jurusan psychometrie dan psychotecniek itu menuntunnya memperoleh ilham untuk kembali ke tanah air. Setelah itu, segala kemewahan ia tanggalkan, kemewahan dunia ia lepaskan, semua ia lakukan untuk mengabdi kepada rakyat Indonesia, demi kepentingan umat, menjadi penolong sesama manusia yang menderita sakit jasmani dan rohani.

* * *

Daftar Pustaka

  • Hatta, Mohammad. (2011). Untuk Negeriku. Bukittinggi-Rotterdam Lewat Betawi. Sebuah Otobiografi. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
  • Syuropati, Mohammad A. (2015). Ajaran-ajaran Adiluhung Raden Mas Panji Sosrokartono. Yogyakarta: Syura Media Utama.
  • Ploso, Lilis. (2007). M. Panji Sosrokartono. http://xendro.wordpress. com/2007/10/24/rm-panji-sosrokartono/. Diakses Kamis, 23 April 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s