Radio Ikut Pensiun

radio

Sejarah Indonesia mencatat radio memiliki peran penting dalam proses penyebaran informasi kemerdekan Indonesia.

Pada saat sore hari setelah proklamasi Republik Indonesia dibacakan oleh Sukarno-Hatta, seorang pemuda bernama Syachruddin dengan heroik melakukan tindakan berani. Ia wartawan di Domei (Kantor Berita Jepang) menyusup ke gedung radio dan ruang pemberitaan sambil membawa teks proklamasi yang didapatnya dari Adam Malik. Singkat cerita, tepat pukul 19.00 teks proklamasi dibacakan berulang-ulang dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris selama 15 menit. Pukul 20.30 Kampetai (Polisi Militer Jepang) merangsek masuk ke ruang studio dan menyiksa mereka yang terlibat di penyiaran berita proklamasi tersebut. Aksi heroik tersebut berdampak luar biasa, berita tersebut berhasil diteruskan ke luar negeri. Seorang wartawati bernama SK Trimurti pada tanggal 18 Agustus 1914 berhasil memberitakan lewat sebuah kantor berita Amerika Serikat di San Fransisco bahwa telah lahir negara baru di Asia Tenggara bernama Indonesia.

April 2015 lalu sebuah berita diturunkan oleh Gizmodo.com, situs tersebut mewartakan “kematian” radio. Yap, Menteri Kebudayaan Norwegia mengumumkan bahwa dimulai tahun 2017 nanti frekuensi radio FM nasional mereka akan “dimatikan”. Media radio konvensional itu akan melakukan transformasi menjadi radio digital memanfaatkan teknologi Internet, teknologi pengganti tersebut disebut dengan Digital Audio Broadcasting.

Radio selalu memiliki tempat tersendiri di masyarakat, teknologi tv yang pada awal kelahirannya dianggap akan memunahkan radio ternyata tidak terbukti. Sekian waktu bergulir, konten radio terus mencari bentuk-bentuk baru, sebagian bertahan namun sebagian yang lain hilang tak lagi dapat didengarkan. Karakteristik audio yang khas tidak menjadikan keterbatasan pada dirinya, justru memberikan tantangan keunikan pada konten-konten yang dihasilkan. Melihat kondisi yang berkembang, radio secara konten karakteristik akan tetap bertahan, ia hanya mencari format saluran yang baru, dari bentuk sinyal frekuensi bertransformasi menjadi jalur data Internet.

Kematian dan kelahiran pada teknologi tidak pernah berhenti, ia terus bergerak memakan korban atau menghadirkan pemain baru. Dalam dunia musik, piringan hitam tergantikan oleh kaset, lalu cakram data (compat disc), dan kini dalam format digital. Dalam dunia film yang dapat dikonsumsi di rumahan, kaset betamax digantikan oleh VHS, lalu sempat hadir laser disc, tak lama kemudian hadir VCD (video compact disc) diikuti oleh DVD (digital versatile disc) baik yang dalam format biasa ataupun hi-format.

William F Ogburn seorang sosiolog berkebangsaan Amerika mengatakan bahwa teknologi adalah mekanisme yang dapat mendorong terjadinya perubahan, manusia selamanya akan senantiasa berusaha memelihara dan beradaptasi diri dengan alam, teknologi turut berperan dalam melakukan pembaruan. Digital Audio Broadcasting pada akhirnya adalah bentuk adaptasi manusia atas kehidupan, integrasi media dan integrasi sistem dianggap memudahkan hidup manusia, semua perubahan diarahkan ke titik tersebut. Mereka yang tidak turut dalam arus besar tersebut dengan mudah ditinggalkan, diabaikan, dan akhirnya yang “pasti” di dalam kehidupan itu adalah “perubahan” itu sendiri.

* * *

Daftar Pustaka

Ponsel Candy Bar

ponsel

Si Samsung SCH – W139 akhirnya tewas juga, tidak dapat di-charge lagi. Sudah ganti charger, hasilnya sama aja, mau diperbaiki, pasti harganya bisa lebih mahal dari harga ponselnya.

Akhirnya ganti dengan Si Nokia 208, ini ponsel Nokia pertama yang pernah dimiliki. Masih tetap candybar, tapi dari fiturnya sih terlihat sudah bisa bersosial media dan browsing dengan menggunakan pulsa telepon. Ah tapi pasti nggak akan digunakan juga.

Kok bukan smartphone?
Sekarang sih udah ada kemajuan, sebelum beli si candybar kemarin udah sempat pegang-pegang si 5C, 5S, 6 dan 6+. Tapi ya ujungnya tetap nggak beli juga.

Wifi Tewas Setelah Pasang OS X Yosemite

yosemite

Upgrade Operating System OS X Yosemite menyisakan kendala, Wi-Fi tidak dapat beroperasi sempurna. Saya sendiri menggunakan MacBook Pro Retina Display yang dengan pongahnya sudah tak lagi memiliki colokan ethernet, maka peran Wi-Fi menjadi sangat signifikan. Dan, sebagai penganut aliran “5 sehat, sinyal-internet sempurna” tentu ini menjadi kendala yang serius. Terlebih bagi saya yang tak menggunakan ponsel-pintar untuk aktivitas sehari-hari.

Mengunduh OS X Yosemite sendiri sudah menjadi tantangan, ukuran filenya lebih dari 5 GB, dan hari ini makin berkendala karena sinyal internet FirstMedia juga sedang labil, mati-hidup tak menentu. Kelar sekian jam mengunduh, proses updating-pun berlangsung seperti biasa –mudah dilakukan, khas Apple.

Kendala mulai muncul pada saat harus melakukan updating aplikasi-aplikasi yang dibundel di iWork dan iLife, proses tersebut berulang kali gagal, bahkan hanya untuk sign-in ke App Store. Bagi saya yang kini berprofesi sebagai designer berbasis Keynote, ini jelas masalah sangat serius. Karena bila sampai Keynote berkendala, maka saya bakal kesulitan berproses dalam desain. Apalagi bila sampai tidak dapat melakukan updating OS X, bagaimana mungkin memperbaiki bug yang ada.

Setelah browsing sekian jam dengan device lain, ditemukan setidaknya tiga solusi dari kendala ini. Walau saat ini solusi tersebut belum teruji penuh, namun setidaknya sudah dapat mengakses internet. Kondisi mati-hidupnya mungkin juga disebabkan akses internet yang tidak stabil.

Ada tiga solusi yang ditemukan,
saya susun dari yang paling sederhana:

01.

  • System Preferences » Network Preferences
  • Matikan Wireless Network.
  • Buka Advanced Area.
  • Buang seluruh Wireless Network yang tersimpan.
  • Hidupkan kembali Wi-Fi.
  • Search Wi-Fi » user id + password

02.

  • Finder » menu bar click Go » Go to Folder :
  • /Library/Preferences/SystemConfiguration
  • Buang seluruh file di dalam folder SystemConfiguration.
    (Dibutuhkan username dan password untuk melakukannya)
  • Restart!

03.

  • Hapalkan letak tombol Command + Option + P + R
  • Matikan Mac.
  • Nyalakan kembali Mac.
  • Tekan dan tahan tombol Command + Option + P + R sebelum layar abu-abu muncul. Tahan tombol hingga muncul arahan tampilan memperbaiki Network. Ikuti arahan yang tersaji.

– – –

Punya cara lain?
Sila untuk berbagi…

2nd Jakarta WordPress Meetup

Jumat, 25 April 2014
Comma Coworking Space
Lantai 3, One Wolter Place
Jl. Wolter Monginsidi 63B

RSVP:
http://www.meetup.com/Jakarta-WordPress-Meetup/events/177013192/

 

wpjkt-comma1

Disk Doctor

130118-disk-doctor

Photoshop dan program berbasis grafis sejenis adalah pemakan space harddisk yang rakus. Agar proses pekerjaannya efektif maka seluruh proses disimpan di cache, jadi bila dipanggil sewaktu-waktu data-data tersebut dapat dengan mudah muncul. Kondisi tersebut menyebabkan space harddisk menjadi berkurang terus menerus. Cara konvensional untuk membersihkan cache harddisk yakni mau tidak mau kita harus melakukan restart. Yah, buat pengguna Mac, melakukan restart adalah pekerjaan yang sangat menyebalkan.

Untuk itu dibutuhkan aplikasi yang dapat melakukan proses bersih-bersih harddisk tanpa harus melakukan kegiatan restart. Cobalah Disk Doctor, memang bukan aplikasi gratis, namun harganya sangat miring sekali, hanya 19ribu rupiah saja.

Kerja bersih-bersih yang dilakukan Disk Doctor ini meliputi area/aktivitas:

  • Application Caches, ini  seperti yang saya sampaikan di atas.
  • Application Logs, membuang catatan-catatan yang sudah tidak digunakan lagi.
  • Language Packs, tiap aplikasi itu biasanya membawa sekian bahasa, baik untuk tutorial, help, dll. Nah tentunya tidak semua bahasa itu kita perlukan, daripada membuang ruang harddisk, lebih baik data tersebut dihapus saja.
  • Mail Download, Download Folder juga Trash Can, termasuk area yang tak luput dari ajang bersih-bersih.

Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 130.000 kali dan dapat dibeli lewat Mac App Store atau bila ingin melihat info lengkapnya dapat dilihat di web pengembangnya, FIBLAB.